4 KATEGORI PEMILAHAN SAMPAH
tips pemilahan dasar. sebuah panduan bagi semua yang hadir.
Sampah Organik
Sampah yang berasal dari bahan alami. Termasuk di sini: sampah kebun, sampah dapur, dan sejenisnya. Jenis sampah ini yang nantinya akan dikomposkan.
Contoh: daun pembungkus makanan, lalapan, sisa buah.
Hindari! Sampah organik yang mengandung kadar minyak goreng, lemak, dan santan yang terlalu banyak.
Sampah Kertas
Masukkan kertas yang sudah tidak terpakai di sini, entah itu koran, majalah, kertas makalah, brosur, flyer, dan lain-lain.
Tapi, pastikan bahwa kertas yang dimasukkan keadaannya masih bersih dan kering.
Hindari! Kertas yang basah, berminyak, terlalu kotor, karena kertas begini kurang baik atau tidak layak untuk didaur ulang.
Jangan! Masukkan tissue ke sini. Masukkan tissue ke sampah non-daur ulang. (tissue itu biasanya sudah kotor, berbakteri, dll; pun, walaupun sering disebut ‘kertas’ tissue yang masih ‘baru’ kadarnya sebenarnya kurang cocok untuk didaur ulang sebagai kertas)
Jangan! Masukkan kemasan tetrapak ke sini. Masukkan tetrapak ke sampah daur-ulang. Cara pendaur-ulangan tetrapak tidak sama dengan pendaur-ulangan kertas (tetrapak mengandung unsur kertas, plastik, dll yang harus dipisah secara khusus, oleh kelompok yang berbeda pula)
Sampah daur ulang
Kemasan plastik (botol minuman, cup minuman, pembungkus makanan ringan, pembungkus deterjen, dll), kaca, tetra-pak, kaleng.
Sebisa mungkin memasukkan kemasan kosong (contoh: jangan ada air sisa dalam kemasan minuman)
Tim Jirowes nantinya akan memilah lagi sesuai dengan kategori sampah daur ulang dari pengulak. Lihat lampiran.
Sampah non-daur ulang
Sampah yang nantinya, dengan berat hati, harus dibuang ke TPA-TPA. Jika memungkinkan, gunakan biobag/bio-trashbag (kantong sampah yang mudah terurai/bio-degradeable).